Tuesday, September 15, 2015
Dulu aku merasa gak butuh namanya hp android, aku merasa barang yang satu ini belum jadi prioritas utamaku. Tahu kenapa? Soalnya di tempat kerja aku bisa online sepuasku, semauku, free pula. Tapi semenjak awal krsan semester 7 ini, hingga PPL ini aku merasa membutuhkannya. Hampir semua informasi dan pengumuman kelas disebarluaskan melalui group WA dan juga BBM. Sedangkan aku tak memiliki kedua-duanya. Akibatnya aku ketinggalan informasi deh! Ibaratnya yang lainnya udah di Surabaya, aku masih di Madiun saja.
Prioritasku untuk bulan ini adalah hp android, dan setelah browsing kesana kemari aku menemukan satu jenis hp yang memikat hatiku, hehe.. lebay. (^_^)
Pilihanku jatuh pada hp Asus Zenfone 2 ze550ml warna merah. Memilikinya adalah impianku dalam jangka pendek ini. Alangkah bahagianya diriku jika sebelum akhir September ini aku bisa memilikinya.
15 hari lagi aku sudah tidak ada di tempat ini lagi. 15 hari lagi aktivitasku akan berganti dengan aktivitas baru yang entahlah akan seperti apa, tapi yang pasti aku akan melanjutkan kuliahku yang sempat terlantar hampir sebulan lebih tepatnya 3 mingguan. 15 hari lagi seolah diriku akan merasakan kebebasan yang sangat aku impikan dulu. 15 hari lagi kehidupanku di tempat kerja ini akan berakhir. Ada rasa bahagia karena aku bisa melanjutkan aktivitas kuliah, bisa berjumpa dengan dosen dan juga teman-teman kampus.
Tahukah kalian, kebahagiaan yang aku rasakan saat ini berselimut dengan duka yang amat sangat. Aku tak akan lagi berjumpa, bercanda tawa, saling berbagi, mendapat ilmu dari orang-orang yang aku sayangi disini. Khususnya rekan-rekan kerja dan juga mahasiswa KS2 dan KS3. Mas Ardi, Mas Zelva, Mas Eko, Mas Indra, Mas Sabdo, dan Mbak Novi, i love you all. Bagiku kalian bukanlah sekedar rekan kerjaku saja, tapi kalian adalah kakak-kakakku. Terimakasih atas ilmu dan juga nasehat yang telah diberikan kepadaku selamat ini. Maafkan kesalahanku selama ini, baik ucapan ataupun tindakanku yang tidak berkenan di hati kalian semua. Sangat berat bagiku untuk kehilangan kebersamaan yang pernah ada.
Aku sudah kehilangan kebersamaanku dengan KE2 2015, kelas yang paling dan paling aku sayangi. Dan sebentar lagi, aku akan kehilangan orang yang aku sayangi untuk kesekian kalinya.
15 hari lagi, ya kehidupan baruku akan dimulai. Aku harus mampu menghadapi apapun yang akan terjadi, sepahit apapun pasti ada pelajaran yang bisa aku ambil.
Aku harus bisa menikmati 15 hari terakhir disini. Aku ingin ini akan menjadi perpisahan termanis dalam hidupku. Bukan perpisahan yang berakhir dengan kesedihan belaka.
Di setiap pertemuan pasti akan ada perpisahan.
Wednesday, August 26, 2015
Hay guys.. lama tak nulis artikel, jadi kangen. Aku ingin menulis sedikit kisah dari hidupku, semoga bisa diambil pelajaran. Pengalaman menakutkan, tepatnya hari Jumat, tanggal 7 Agustus 2015. Sumpah aku tak ingin mengingatnya, kalau bisa aku ingin menghapus memori itu dari pikiranku.
Hari itu, aku mengantar temanku takziah ke rumah saudaranya di Ngawi, entah tepatnya daerah mana aku lupa. Saat melepati daerah Geneng, tepatnya di pertigaan Alas pecah peristiwa tragis itu terjadi. Aku terlalu menepi hingga akhirnya berada di tanah basah di bahu jalan. Aku mencoba untuk naik ke bahu jalan, dan breggg... jatuh deh. Sumpah baru kali ini aku mengalami kecelakaan menakutkan, jantungku dag dig dug. Sebelumnya aku pernah jatuh di perempatan desaku, gara-gara pasir, alhamdulillah tanpa luka. Sumpah aku takut banget, bukan takut apa yang terjadi padaku, tapi pada teman yang kubonceng. Bagiku saat itu lukaku tak seberapa sakit. Aku takut terjadi apa-apa dengan temanku, dari hidungnya keluar darah. Alhamdulillah, setelah diperiksa di puskesmas Geneng dan di Rumah Sakit Soedono nihil tak terjadi sesuatu yang menakutkan. Alhamdulillah, sumpah plong bangets perasaanku saat itu. Aku merasa sangat-sangat bersalah karena aku yang membonceng.
Sebenarnya sepanjang jalan ke arah Ngawi, pikiranku melayang ke masa lalu saat aku masih bersama seseorang. Aku melewati jalan itu, dulu bagiku itu adalah peristiwa indah, tapi kini jadi kenangan pahit bagiku. Aku sempat meneteskan air mata tanpa sepengetahuan temanku. Tiada orang yang tahu kisahku dimasa lalu, hanya aku, dia dan Tuhan yang tahu. Masa lalu, ya aku ingin melupakan semuanya. Semua kenangan bersamanya, aku ingin melupakannya.
Lain kali hati-hati ya, saat berkendara jangan lupa konsentrasi, jangan nglantur lho ya pikirannya!
Setelah kejadian itu, pertanyaan dalam hatiku hanya satu "Inikah hidup yang kedua untukku?". Alhamdulillah, alhamdulillah, alhamdulillah, puji syukur atas anugerah Alloh yang sangat amat berlimpah yang diberikan kepadaku.
Alhamdulillahirobbil'alamiin..
Setelah kejadian itu, pertanyaan dalam hatiku hanya satu "Inikah hidup yang kedua untukku?". Alhamdulillah, alhamdulillah, alhamdulillah, puji syukur atas anugerah Alloh yang sangat amat berlimpah yang diberikan kepadaku.
Alhamdulillahirobbil'alamiin..
Saturday, August 1, 2015
![]() |
| Kruissteek Orchid 137 |
Membuat kristik adalah salah satu kegiatanku untuk mengisi waktu luang. Targetku untuk bulan Agustus ini adalah menyelesaikan Kruissteek Orchid 137. Gambar laut dengan sebuah pulau di tengahnya, lebih tepatnya salah satu pulau di Bali. Aku menjatuhkan pilihanku pada gambar yang ini, karena mengingatkanku pada kenangan study tour ke pulau Bali di masa SMA dulu. Saat itu aku kelas 2 SMA berarti tahun 2008/2009. Woww.. Tujuh tahun yang lalu, sudah lama juga ya!! Alangkah bahagianya diriku jika aku bisa main ke sana lagi bersama orang-orang yang aku cintai.
![]() |
| Peralatan Membuat Kristik |
Tanggal 5 Juni 2015 aku membeli Kruissteek Orchid 137 di toko Korda Madiun dengan harga Rp 58.000,- plus ongkos parkir Rp 2.000,-. Jadi total pengeluaranku saat itu Rp 60.000,-. Aku lebih suka membeli yang paketan, karena sudah lengkap semua yang dibutuhkan mulai dari benang, jarum, kain kristik, peta, serta gambar akhirnya. Kita tinggal buat saja, gak perlu susah-susah untuk memilah dan memilih benang yang dibutuhkan seperti halnya saat membeli yang tidak paketan.
Friday, July 31, 2015
Bayangan seperti jemari tangan besar hitam mendekati kepalaku membuat aku terusik dari tidur lelap. Hitam besar seperti bayangan manusia berjubah berada di atas kepala. Setengah kamar kosku terlihat seperti terpenuhi oleh bayangan itu. Aku berusaha keras untuk bangun, tapi sangat sulit. Aku mencoba untuk berteriak, tapi sia-sia. Aku hanya menjerit nama Tuhan di dalam hati. Rasa takut luar biasa menguasai jiwaku, menenggelamkan keberanian yang sebelumnya ada. Pertanyaan bertubi-tubi muncul di pikiranku.
Bagaimana jika ini adalah akhir dari hidupku?
Bagaimana jika aku tak bisa lagi berjumpa bapak ibuku?
Bagaimana jika aku tak bisa lagi berjumpa kakakku?
Bagaimana jika aku tak bisa lagi berjumpa kakekku satu-satunya?
Bagaimana bagaimana dan bagaimana????
Thursday, July 30, 2015
Dunia di depan mataku terlihat seperti kotak-kotak. Gank ternyata tidak hanya terjadi di atmosfir sekolah saja, dunia kerja juga seperti itu. Padahal mereka kan bukan anak-anak lagi. Aku tidak akan berada di salah satu kotak, tapi aku akan menikmati duniaku sendiri saja lah. Entahlah aku yang tidak bisa berbaur atau mereka menolakku, atau apalah. Masa bodoh, aku menganggapnya tak penting. Di tempat kerja bagiku yang terpenting aku sudah melakukan apa yang memang seharusnya aku lakukan, dan tidak mengganggu urusan orang lain.
Bagaimana dengan dunia di depan Anda??
Memang dalam berteman itu cocok-cocokkan, bisa dibilang seperti itu. Kalau merasa nyaman ya jadilah teman, teman yang tak hanya sekedar kenal dan tahu namanya doank. Nyaman disini bukan selalu berarti memiliki kesamaan, terkadang perbedaan malah menimbulkan kecocokan hingga akhirnya bisa saling melengkapi antara satu dengan yang lain. Kebersamaan itulah yang perlu dijaga dalam sebuah pertemanan.
Satu pertanyaan yang perlu Anda renungkan. Khususnya untuk si penulis sendiri.
Sudahkah Anda menjadi teman yang baik untuk orang-orang di sekitar Anda??
Wednesday, July 29, 2015
Siang yang indah dan cerah, tapi sayang tak secerah suasana dalam hatiku. Entah angin apa yang menghampiri, tiba-tiba saja beberapa pertanyaan singgah dipikiranku. Pertanyaan yang khususnya aku tujukan untuk diriku sendiri.
Sudah dewasakah Anda??
Apa arti dewasa menurut Anda??
Apa ya jawabannya, masih dalam proses berpikir nih!! beri aku waktu, 30 menit ya. hehe.. kayak mau jawab soal ujian saja. Piss bercanda.
Sudah dewasakah Anda?? Hmhm.. Sejujurnya, aku merasa aku bukan golongan orang dewasa, bisa dibilang aku masih kekanak-kanakan dalam hal sifat. Namun dari segi usia, aku bukanlah remaja lagi.
Apa arti dewasa menurut Anda?? Menurutku seseorang dikatakan dewasa jika dia sudah bisa mandiri dalam hal apapun, tidak menggantungkan hidupnya pada orang lain, selalu menjaga ucapan dan perbuatan, selalu memiliki pemikiran yang rasional, serta selalu benar dalam hal apapun.
Itu jawabanku, apa jawabanmu?? Tiap kepala memiliki pemikiran yang berbeda, dan tentunya berbeda pula jawabannya. Coba renungkahlah dan jawablah sesuai hati nurani Anda!
Ada lagi pertanyaan yang membuatku ingin menangis, dan yang ini benar-benar serius.
Pantaskah Anda memiliki sifat kekanak-kanakan disaat usia Anda sudah bukan remaja lagi?? Apakah Anda tidak memiliki rasa malu?
Subscribe to:
Posts (Atom)



