Friday, July 31, 2015
Bayangan seperti jemari tangan besar hitam mendekati kepalaku membuat aku terusik dari tidur lelap. Hitam besar seperti bayangan manusia berjubah berada di atas kepala. Setengah kamar kosku terlihat seperti terpenuhi oleh bayangan itu. Aku berusaha keras untuk bangun, tapi sangat sulit. Aku mencoba untuk berteriak, tapi sia-sia. Aku hanya menjerit nama Tuhan di dalam hati. Rasa takut luar biasa menguasai jiwaku, menenggelamkan keberanian yang sebelumnya ada. Pertanyaan bertubi-tubi muncul di pikiranku.
Bagaimana jika ini adalah akhir dari hidupku?
Bagaimana jika aku tak bisa lagi berjumpa bapak ibuku?
Bagaimana jika aku tak bisa lagi berjumpa kakakku?
Bagaimana jika aku tak bisa lagi berjumpa kakekku satu-satunya?
Bagaimana bagaimana dan bagaimana????
Thursday, July 30, 2015
Dunia di depan mataku terlihat seperti kotak-kotak. Gank ternyata tidak hanya terjadi di atmosfir sekolah saja, dunia kerja juga seperti itu. Padahal mereka kan bukan anak-anak lagi. Aku tidak akan berada di salah satu kotak, tapi aku akan menikmati duniaku sendiri saja lah. Entahlah aku yang tidak bisa berbaur atau mereka menolakku, atau apalah. Masa bodoh, aku menganggapnya tak penting. Di tempat kerja bagiku yang terpenting aku sudah melakukan apa yang memang seharusnya aku lakukan, dan tidak mengganggu urusan orang lain.
Bagaimana dengan dunia di depan Anda??
Memang dalam berteman itu cocok-cocokkan, bisa dibilang seperti itu. Kalau merasa nyaman ya jadilah teman, teman yang tak hanya sekedar kenal dan tahu namanya doank. Nyaman disini bukan selalu berarti memiliki kesamaan, terkadang perbedaan malah menimbulkan kecocokan hingga akhirnya bisa saling melengkapi antara satu dengan yang lain. Kebersamaan itulah yang perlu dijaga dalam sebuah pertemanan.
Satu pertanyaan yang perlu Anda renungkan. Khususnya untuk si penulis sendiri.
Sudahkah Anda menjadi teman yang baik untuk orang-orang di sekitar Anda??
Wednesday, July 29, 2015
Siang yang indah dan cerah, tapi sayang tak secerah suasana dalam hatiku. Entah angin apa yang menghampiri, tiba-tiba saja beberapa pertanyaan singgah dipikiranku. Pertanyaan yang khususnya aku tujukan untuk diriku sendiri.
Sudah dewasakah Anda??
Apa arti dewasa menurut Anda??
Apa ya jawabannya, masih dalam proses berpikir nih!! beri aku waktu, 30 menit ya. hehe.. kayak mau jawab soal ujian saja. Piss bercanda.
Sudah dewasakah Anda?? Hmhm.. Sejujurnya, aku merasa aku bukan golongan orang dewasa, bisa dibilang aku masih kekanak-kanakan dalam hal sifat. Namun dari segi usia, aku bukanlah remaja lagi.
Apa arti dewasa menurut Anda?? Menurutku seseorang dikatakan dewasa jika dia sudah bisa mandiri dalam hal apapun, tidak menggantungkan hidupnya pada orang lain, selalu menjaga ucapan dan perbuatan, selalu memiliki pemikiran yang rasional, serta selalu benar dalam hal apapun.
Itu jawabanku, apa jawabanmu?? Tiap kepala memiliki pemikiran yang berbeda, dan tentunya berbeda pula jawabannya. Coba renungkahlah dan jawablah sesuai hati nurani Anda!
Ada lagi pertanyaan yang membuatku ingin menangis, dan yang ini benar-benar serius.
Pantaskah Anda memiliki sifat kekanak-kanakan disaat usia Anda sudah bukan remaja lagi?? Apakah Anda tidak memiliki rasa malu?
Subscribe to:
Posts (Atom)

