Wednesday, August 26, 2015
Hay guys.. lama tak nulis artikel, jadi kangen. Aku ingin menulis sedikit kisah dari hidupku, semoga bisa diambil pelajaran. Pengalaman menakutkan, tepatnya hari Jumat, tanggal 7 Agustus 2015. Sumpah aku tak ingin mengingatnya, kalau bisa aku ingin menghapus memori itu dari pikiranku.
Hari itu, aku mengantar temanku takziah ke rumah saudaranya di Ngawi, entah tepatnya daerah mana aku lupa. Saat melepati daerah Geneng, tepatnya di pertigaan Alas pecah peristiwa tragis itu terjadi. Aku terlalu menepi hingga akhirnya berada di tanah basah di bahu jalan. Aku mencoba untuk naik ke bahu jalan, dan breggg... jatuh deh. Sumpah baru kali ini aku mengalami kecelakaan menakutkan, jantungku dag dig dug. Sebelumnya aku pernah jatuh di perempatan desaku, gara-gara pasir, alhamdulillah tanpa luka. Sumpah aku takut banget, bukan takut apa yang terjadi padaku, tapi pada teman yang kubonceng. Bagiku saat itu lukaku tak seberapa sakit. Aku takut terjadi apa-apa dengan temanku, dari hidungnya keluar darah. Alhamdulillah, setelah diperiksa di puskesmas Geneng dan di Rumah Sakit Soedono nihil tak terjadi sesuatu yang menakutkan. Alhamdulillah, sumpah plong bangets perasaanku saat itu. Aku merasa sangat-sangat bersalah karena aku yang membonceng.
Sebenarnya sepanjang jalan ke arah Ngawi, pikiranku melayang ke masa lalu saat aku masih bersama seseorang. Aku melewati jalan itu, dulu bagiku itu adalah peristiwa indah, tapi kini jadi kenangan pahit bagiku. Aku sempat meneteskan air mata tanpa sepengetahuan temanku. Tiada orang yang tahu kisahku dimasa lalu, hanya aku, dia dan Tuhan yang tahu. Masa lalu, ya aku ingin melupakan semuanya. Semua kenangan bersamanya, aku ingin melupakannya.
Lain kali hati-hati ya, saat berkendara jangan lupa konsentrasi, jangan nglantur lho ya pikirannya!
Setelah kejadian itu, pertanyaan dalam hatiku hanya satu "Inikah hidup yang kedua untukku?". Alhamdulillah, alhamdulillah, alhamdulillah, puji syukur atas anugerah Alloh yang sangat amat berlimpah yang diberikan kepadaku.
Alhamdulillahirobbil'alamiin..
Setelah kejadian itu, pertanyaan dalam hatiku hanya satu "Inikah hidup yang kedua untukku?". Alhamdulillah, alhamdulillah, alhamdulillah, puji syukur atas anugerah Alloh yang sangat amat berlimpah yang diberikan kepadaku.
Alhamdulillahirobbil'alamiin..
Saturday, August 1, 2015
![]() |
| Kruissteek Orchid 137 |
Membuat kristik adalah salah satu kegiatanku untuk mengisi waktu luang. Targetku untuk bulan Agustus ini adalah menyelesaikan Kruissteek Orchid 137. Gambar laut dengan sebuah pulau di tengahnya, lebih tepatnya salah satu pulau di Bali. Aku menjatuhkan pilihanku pada gambar yang ini, karena mengingatkanku pada kenangan study tour ke pulau Bali di masa SMA dulu. Saat itu aku kelas 2 SMA berarti tahun 2008/2009. Woww.. Tujuh tahun yang lalu, sudah lama juga ya!! Alangkah bahagianya diriku jika aku bisa main ke sana lagi bersama orang-orang yang aku cintai.
![]() |
| Peralatan Membuat Kristik |
Tanggal 5 Juni 2015 aku membeli Kruissteek Orchid 137 di toko Korda Madiun dengan harga Rp 58.000,- plus ongkos parkir Rp 2.000,-. Jadi total pengeluaranku saat itu Rp 60.000,-. Aku lebih suka membeli yang paketan, karena sudah lengkap semua yang dibutuhkan mulai dari benang, jarum, kain kristik, peta, serta gambar akhirnya. Kita tinggal buat saja, gak perlu susah-susah untuk memilah dan memilih benang yang dibutuhkan seperti halnya saat membeli yang tidak paketan.
Subscribe to:
Posts (Atom)

